tikpat
Berikut Beberapa Penyakit, Biasa Diderita V-Belt Motor Matik
Penyakit Umum Diderita V-belt Motor Matik (Foto: Banar) .
.

Berikut Beberapa Penyakit, Biasa Diderita V-Belt Motor Matik

motorinanews, Jakarta - Bagi pembesut matik, tentunya sudah tidak asing lagi dengan V-Belt. Ya benar, peranti yang berfungsi sebagai penerus tenaga dari mesin ke roda belakang.

“V-Belt atau Variable Speed Belt adalah belt yang dirancang untuk kecepatan bervariasi alias tidak konstan. Hal ini sekaligus menjawab karakter mesin skutik yang enggak bisa main asal bejek saja,” Jeffry Willar, research and development, Mitra 2000.

Perlu dicermati juga, bahwa ada 3 hal umum yang biasa menyerang belt, yaitu; debu, oli dan air.

“Kalau sisi samping belt menjadi lunak dan kembung, itu karena terdapat minyak/pelumas pada belt atau alur puli. Solusinya bersihkan sumber dan penyebab kenapa minyak tersebut ada di sana,” papar Jeffry.

Selain 3 hal tersebut, ada beberapa penyakit umum yang juga diderita belt lantaran salah kaprah penggunanya dalam aplikasi part.

Berikut beberapa penyakit yang biasa diderita belt karena salah kaprah penggunanya.

Belt gampang putus

Kejadian ini sangat mungkin terjadi karena salah paham menggunakan per CVT aftermarket yang ukuran RPM-nya besar. Sebagai contoh, mesin standar ting-ting aplikasi per CVT 2.000 RPM, hasilnya belt malah mendapat tekanan ekstrim.

“Bukannya motor matik tersebut ngacir, malah seperti jalan ditempat,” ucap pria berkacamata ini.

Belt lecet atau hangus

Hal ini disebabkan masuknya air atau minyak pada belt. Paling sering gara-gara mengganti cover filter CVT asli dengan produk aftermarket model berlubang.

Ada juga yang lebih ekstrim, yakni melakukan open filter, sehingga kotoran maupun air mudah masuk ke CVT. (Banar)

 

 

# TAGS : v belt belt matik cvt mitra 2000