tikpat
Yamaha Bahtera Racing : Insyaallah, Kita Berusaha Aldy Satya Main di Oneprix Surabaya
Aldy Satya Mahendra, ikut test ATC karena obsesinya bisa segera balap motorsport dengan support lebih optimal? (Foto : ist).
.

Yamaha Bahtera Racing : Insyaallah, Kita Berusaha Aldy Satya Main di Oneprix Surabaya

motorinanews, Surabaya - Terkait persoalan yang membelit pimpinan klasemen kelas Rookie, Aldy Satya Mahendra, bos Yamaha Bahtera Racing Novi Ridlatama tetap mengusahakan bisa tampil di putaran final Oneprix Surabaya akhir pekan ini.

"Insyaallah, kita berusaha Aldy main buat final Oneprix di sirkuit Bung Tomo Surabaya," ujar Novi kepada motorinanews.

Aldy, 13 tahun, terancam disanksi pihak Yamaha karena mengikuti test ATC (Asia Talent Cup) di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (2/11/2019) lalu.

Pada test yang diikuti para pembalap muda dari berbagai negara yang diselenggarakan Honda Racing tersebut, Aldy mencetak waktu tercepat.

Namun kemudian pihak Yamaha Racing Indonesia (YRI) di mana Aldy selama ini terikat kontrak, merasa tersinggung dan menganggap itu sebuah pelanggaran.

Tak sampai di situ, pihak Yamaha kemudian mengancam tidak mengirim Aldy ke round terakhir ARRC di sirkuit Chang International Thailand, 30 November - 1 Desember 2019.

Juga kabarnya melarang tampil pada final Oneprix di sirkuit Bung Tomo Surabaya, 9-10 November 2019 dengan bendera Yamaha. 

Pihak Aldy dan orang tuanya kabarnya telah dipanggil pihak YRI pada Senin, 4 November lalu. Tapi, dikabarkan pembicaraan belum putus.  

Orang tua Aldy menyebutkan apa yang dilakukan anaknya bukanlah wan prestasi, karena hanya mengikuti test bukan event balap dari pihak sebelah (kompetitor).

"Dan, yang ikut test ATC di Sepang tersebut banyak juga pembalap Yamaha dari berbagai negara," ujar pihak keluarga yang enggan disebutkan jatidirinya.

Begitu pun, jika itu dianggap sebagai sebuah kesalahan, pihak keluarga siap menyampaikan permohonan maaf kepada YRI.

"Ini sebenarnya masalah legal, bukan wan prestasi. Tapi pengingkaran perjanjian yang kalau dalam bunyi aturan legalitas," ujar Novi, bos Bahtera Racing tempat Aldy bernaung.

Novi menambahkan, paling beratnya kalau sampai masuk ranah hukum, dimasukkan ke aturan PMH (Perbuatan Melawan Hukum).

"Kalau penyelesaiannya, masih menunggu pihak Yamaha. Tapi Bahtera sebagai partner dari Yamaha, berusaha cari jalan terbaik buat Aldy. Kita terus melakukan koordinasi mendalam dari sisi hukum juga agar semua bisa terima dengan kondisi terbaik," terang owner tim yang bermarkas di Tulungagung, Jawa Timur itu.

Menurut Novi, hal terburuk jika harus dilakukan pihak wali (orang tua Aldy), nanti membuat pernyataan terbuka dan di depan hukum, tidak terjadi lagi atau pengulangan kembali kejadian serupa.

Aldy Satya Mahendra, adik kandung pembalap Galang Hendra saat ini bertengger di puncak klasemen kelas Rookie Oneprix Championship 2019. Sejengkal lagi meraih gelar juara nasional. Finish urutan ke-3 pada satu dari 2 race di Surabaya, cukup baginya menjadi sang juara. 

Aldy juga akan menjadi salah satu andalan tim DKI Jakarta ke PON Papua 2020. (hilary) 

# TAGS : Aldy Satya Mahendra Oneprix Championship 2019 Yamaha Bahtera Racing Novi Ridlatama